Latest News
Saturday, February 17, 2018
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

20 komentar:

  1. assalamualaikum
    tolong jelaskan metode apa-apa saja yang diperlukan dalam pembuaan peta bawah permukaan..
    terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      Pada prinsipnya pemetaan bawah permukaan sama dengan pemetaan pada permukaan, hanya terdapat beberapa perbedaan yang agak mencolok. Pada pemetaan permukaan kita berhadapan dengan satu bidang permukaan dan yang dipetakan adalah sifat–sifat/ keadaan geologi/ topografi yang dimanifestasikan pada bidang permukaan tersebut. Suatu hal yang khas dari peta–peta bawah permukaan adalah sifat kuantitatif dari peta–peta tersebut. Sifat kuantitatif itu dinyatakan dengan apa yang dinamakan garis iso atau secara populer disebut garis kontur. Garis ini menyatakan titik–titik yang mempunyai nilai sama, terutama nilai kuantitatif dari suatu gejala atau sifat tertentu yang terdapat suatu bidang permukaan (perlapisan) atau dalam interval antar dua bidang permukaan/perlapisan.

      pemetaan geologi bawah permukaan adalah peta yang dibuat khusus berdasarkan data hasil pemboran eksplorasi minyak bumi, dan data geofisik.

      Pembuatan Peta Bawah Permukaan antara lain
      1. Peta Top Struktur
      Peta ini menunjukkan penyebaran puncak suatu lapisan di bawah permukaan. Peta ini didapatkan dengan mencantumkan “meter bawah permukaan laut” (mbpl) top lapisan pada setiap sumur. Nilai-nilai sebagai acuan membuat kontur struktur
      2. Peta Gross Isopach
      Mekanisme pembuatan peta gross isopach sama dengan pembuatan peta top struktur, namun data yang digunakan dalam pembuatan peta ini adalah ketebalan dari suatu lapisan. Dengan demikian peta gross isopach tidak berhubungan dengan ketinggian atau kedalaman tetapi peta ini menggambarkan penyebaran tebal tipisnya lapisan.
      3. Peta Net Isopach
      Peta ini menggambarkan akumulasi ketebalan batupasir yang ada dalam suatu lapisan. Sama halnya dengan peta gross isopach, peta ini tidak berhubungan dengan ketinggian melainkan menggambarkan ketebalan.
      4. Peta Horison
      Informasi yang dapat dilihat pada peta horison adalah pola penyebaran lapisan yang ditunjukkan oleh kontur struktur, penyebaran ketebalan batupasir yang ditunjukkan dengan kontur net isopach dan batas minyak air/ oil water contact (OWC) ataupun oil down to (ODT). Dengan demikian peta horison merupakan gabungan dari peta top struktur dan peta net isopach.
      5. Peta Net Pay
      Peta ini menggambarkan ketebalan batupasir yang mengandung hidrokarbon. Lain halnya dengan peta net isopach yang menginformasikan ketebalan batupasir secara keseluruhan.
      Mapping teknik di bab 8 struktur map

      Delete
  2. Assalamualaikm Wr.WB
    Tolong berikan penjelasan mengenai pemetaan horizon mutiple yang ada pada slide ke 4...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
      Pemetaan horizon multiple merupakan pemetaan beberapa horison struktural di berbagai tingkatan. Prosedur ini menunjukkan interpretasi yang sesuai pada semua tingkat yang dipetakan dan secara geologis masuk akal.

      Delete
  3. Assalamualaikum
    pertanyaan saya adalah jelaskan teknik dan metode pemetaan yang baik dan benar guna mendapatkan akurasi yang akurat (log sumur dan seismic)
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      Sejauh ini teknik dan metode pemetaan yang paling relefan ialah dengan log pemboran, namun metode seismik terus mengalami perkembangan. Dalam pemilihan teknik dan metode pemetaan perlu dipertimbangkan kondisi wilayah pemetaan serta waktu dan biaya yang dibutuhkan.
      Metode pemetaan bawah permukaan secara rinci dibahas pada di Bab 4 dan Bab 5.

      Delete
  4. selamat siang
    adapun yang ingin saya tanyakan adalah apa yang di maksud dengan balance cross section?
    dan faktor apa saja yang mempengaruhi balance cross section? serta contoh yang bisa nampak dilihat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siang
      Sejauh ini teknik dan metode pemetaan yang paling relefan ialah dengan log pemboran, namun metode seismik terus mengalami perkembangan. Dalam pemilihan teknik dan metode pemetaan perlu dipertimbangkan kondisi wilayah pemetaan serta waktu dan biaya yang dibutuhkan.
      Metode pemetaan bawah permukaan secara rinci dibahas pada di Bab 4 dan Bab 5.

      Delete
  5. assalamualaikum,
    Tolong jelaskan data-data bawah permukaan apa saja yang dapat merusak lingkungan dilihat dari segi geotek maupun pada saat eksplorasi minyak bumi
    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      Survei seismik dapat merusak lingkungan karena efek dari getaran dan ledakan yang dihasilkan oleh survei seismik serta pengaruh mobilitas alat survei seismik yang tidak ringan. Namun jika sesuai dengan ketentuan, survei seismik tidak akan merusak lingkungan. Bunyi ledakan dan getaran yang dihasilkan saat proses survei seismik di lapangan harus memperhatikan radius jarak aman dari pemukiman warga.

      Delete
  6. Assalamualaikum,
    bagaimana cara menginterpretasi conturing?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      Ada empat metode konturing yaitu (1) mekanis, (2) jarak yang sama, (3) paralel, dan (4) interpretif (lihat Retger 1929; Bishop 1960; dan Dennison 1968).

      Delete
  7. Assalamualaikum, saya ingin bertanya terkait teknik pemetaan bawah permukaan dalam ekplorasi minyak bumi dan jelaskan sedikit mengenai kendala yang sering dihadapi dalam pelaksanaanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      Teknik pemetaan dan metode pemetaan yang sering digunakan dalam eksplorasi minyak bumi yaitu teknik log sumur dan seismik.

      Metode seismik adalah salah satu metoda geofisika yang sangat sering digunakan dalam
      dunia eksplorasi minyak dan gas. Metode ini pada prinsipnya memanfaatkan penjalaran gelombang seismik yang melewati material bumi. Sumber gelombang seismik bisa berasal dari sumber buatan, misalnya ledakan dinamit, ketukan sumber palu, pembangkit getaran dari alat vibroseis, dan lain sebagainya. Sumber tersebut mengakibatkan terjadinya getaran pada titik ledak, yang kemudian energi bergerak ke sekelilingnya berupa gelombang mekanik. Gelombang yang dipantulkan oleh reflektor di bawah permukaan akan diterima oleh geopon dan kemudian di proses sehingga menghasilkan rekaman berbentuk seismogram yang terdiri dari rangkaian waktu tempuh dan kuat energi Setelah rekaman data seismik dihasilkan kemudian dilakukan proses pengolahan data (Nofriadel, 2013).
      Proses pengolahan data ini pada hakikatnya adalah suatu proses untuk mengolah data rekaman seismik menjadi data dalam bentuk penampang seismik yang telah mengikuti bentuk penampang geologi yang sebenarnya. Dengan adanya penampanng seismik ini, maka akan dapat dilakukan interpretasi untuk mendapatkan bentuk peta bawah permukaan dan mengetahui kemungkinan-kemungkinan suatu zona atau wilayah memiliki prospek kandungan hidrokarbon yang kemudian dilanjutkan dengan proses pengeboran (Nofriadel, 2013).

      Setelah proses pengeboran dilakukan, maka dilanjutkan dengan proses well logging. Well logging merupakan suatu teknik untuk mendapatkan data bawah permukaan dengan menggunakan alat ukur yang dimasukkan ke dalam lubang sumur, untuk evaluasi formasi dan identifikasi ciri-ciri batuan di bawah permukaan. Tujuan dari well logging dalam eksplorasi hidrokarbon adalah untuk mendapatkan informasi litologi, pengukuran porositas, pengukuran resistivitas, dan kejenuhan hidrokarbon yang pada akhirnya digunakan untuk menentukan zona dan memperkirakan kuantitas minyak dan gas bumi dalam suatu reservoir. Hasil pengukuran disajikan dalam kurva log vertikal yang sebanding dengan kedalamannya dengan menggunakan skala tertentu sesuai keperluan pemakainya. Kurva log yang dihasilkan terdiri dari beberapa tipe seperti log listrik, log radioaktivitas, log densitas, log neutron, dan lain-lain sebagainya. Biasanya di suatu wilayah, proses eksplorasi seismik dilakukan untuk beberapa lintasan,sedangkan proses pengeboran dilakukan pada beberapa titik yang diperkirakan memiliki prospek kandungan hidrokarbon. Sehingga dengan melakukan pengikatan antara data penampang seismik dan data sumur pemboran (well seismic tie) dapat dilakukan interpretasi untuk mengetahui bentuk peta struktur bawah permukaan yang lebih luas, akurat, dan maksimal (Nofriadel, 2013).

      Kendala yang umum yang sering dihadapi yaitu berupa kondisi wilayah pemetaan yang sangat kompleks, data yang terbatas, biaya dan waktu yang terbatas, serta kondisi bawah permukaan yang tidak dapat dilihat secara langsung shingga perlu dilakukan analisis secara mendalam.

      Delete
  8. Assalamualaikum.
    peta permukaan sangat dibutuhkan dalam bidang perminyakan, pertambangan, penentuan volume air tanah dan pembuangan limbah. dari ke 4 bidang tersebut bagaimana teknik dan metode yang dibutuhkan untuk pemetaan yang benar??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      Sejauh ini teknik dan metode pemetaan yang paling relefan ialah dengan log pemboran, namun metode seismik terus mengalami perkembangan. Dalam pemilihan teknik dan metode pemetaan perlu dipertimbangkan kondisi wilayah pemetaan serta waktu dan biaya yang dibutuhkan.

      Delete
  9. assalamualaikum.
    yang saya tanyakan yaitu dalam penentuan volue air tanah, teknik yang baik dan tepat, menggunakan teknik yang seperti apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam
      Dalam melakukan eksplorasi Teknik yang paling relevan untuk penentuan volume air tanah yaitu menggunakan instrumen geolistrik. Instrumen geolistrik relavan digunakan karena biayanya lebih terjangkau dari instrumen yang lain.

      Delete
  10. Selamat pagi, pertanyaan saya adalah bagaimana perbedaan metode pemetaan bawah permukaan yang dilakukan pada ekplorasi darat dan lepas pantai?

    ReplyDelete
  11. Assalamualaikum . . .
    yang ingin saya tanyakan apa yang terjadi jika terjadi kesalahan dalam interpretasi bawa permukaan? dan berikan contoh dalam lima bidang yang berbeda?

    ReplyDelete

Item Reviewed: Pengantar Pemetaan Bawah Permukaan Rating: 5 Reviewed By: I.N. Manyoe