Latest News
Monday, July 1, 2019

Malino, Kesejukan di Barat Laut Lompobattang yang Mendamaikan

Gambar 1. Lokasi Malino (Google Maps, 2019).


Perjalanan ke kebun teh Malino adalah mimpi 9 tahun yang tertunda. Mimpi itu semakin kuat setahun lalu namun dibelokkan takdir ke Bantimurung dan tahun ini takdir tak hanya membawa kami ke kebun teh tapi membayar lunas dengan taman bunga, air terjun dan kebun strawberry. God’s plan is the best plan.

Air Terjun Takapala

Air Terjun Takapala berada di sebelah barat laut Gunung (Moncong)  Lompobattang. Gunung Lompobattang memiliki beberapa puncak, salah satu yang terkenal karena sering menjadi target pendakian adalah Puncak Bawakaraeng.


Gambar 2. Tampilan 3D Gunung Lompobattang menggunakan data Shuttle Radar Topography Mission.

Bawakaraeng secara bahasa berarti mulut raja yang kira-kira dapat dimaknai menjadi kehormatan seseorang terletak pada ucapannya. Sebutan lain untuk Bawakaraeng adalah Buttatoayya atau Tanah Tua atau secara istilah adalah suatu tempat tinggi yang dituakan. Sedangkan Lompobattang dalam bahasa setempat berarti perut besar karena bentuknya seperti tubuh raksasa dengan perut yang besar (buncit). 



Gambar 4. Tebing air terjun Takapala berupa columnar joint.

Perjalanan menuju air terjun Takapala melalui jalan desa yang sempit. Sesekali terlihat pohon turi, pohon hutan berbunga oranye. Sisi kiri atau kanan jalan adalah jurang yang dalam. Benar-benar cobaan bagi yang takut ketinggian. Sebelum turunan menuju air terjun ada bekas longsor pada jalan desa.

Gambar 5. Bianglala di kolam air terjun Takapala.

Air terjun Takapala menumpahkan air dari ketinggian 109 m. Tempias air dan sinar matahari membentuk bianglala di kolam air terjun. Tebing air tejun Takapala adalah barisan indah dan kokoh columnar joint yang terbentuk dari pendinginan dalam magma yang berasal dari Gunung Lompobattang.

Kebun Teh Nittoh

Menuju kebun teh Nittoh di Malino Highland, pengunjung disuguhi pemandangan hijau dan tinggi pohon-pohon pinus. Truk-truk besar pengangkut bahan galian dari Sungai Je’neberang tak ada lagi, digantikan udara yang demikian sejuk sehingga kami memilih untuk menurunkan kaca mobil.

Gambar 6. Hutan pinus Malino.

Gambar 7. Pegunungan biru yang melatari hijau kebun teh Malino.

Gambar 8. Kebun teh Nittoh Malino dan caping petani teh.


Memasuki kawasan puncak, berjejer rapi, hijau, mungil dan menenangkan, tanaman teh dilatarbelakangi gunung-gunung biru nun jauh sepanjang mata memandang. Suara tapak kuda sesekali terdengar dari jalan setapak di sela-sela tanaman teh. Petani-petani teh tersenyum ramah, menyapa dengan logat yang kental. Mereka berkumpul sambil makan siang, bersenda gurau dan bergembira. Tampaknya teh telah selesai di panen pagi tadi.

Taman Bunga Malino

Kami melewati jalanan kebun teh menuju taman bunga dan melihat Kasuari minum di sungai kecil sebelah kanan jalan.  Tawa kami pecah saat ada yang menyebut Kasuari sebagai burung Merak. Kebahagiaan itu terbawa hingga ke gerbang taman bunga. Senyum kami merekah di antara Edelweis dan Dahlia. Semakin ke dalam taman, bunga semakin indah, senyum semakin merekah. Senyum itu lalu dijumput peri, diletakkan di hati kami masing-masing.

Gambar 8. Bunga di Greenhouse taman bunga Malino.

Kebun Strawberry Lepo-Lepo

Hati-hati bila kawan berada di kebun strawberry. Kebun ini adanya di lereng pegunungan. Bila mata kawan sekalian terpaku oleh sihir strawberry, bisa-bisa kawan jatuh di lereng.

Gambar 9. Kebun strawberry Malino.

Gambar 10. Strawberry Malino.

Sehari sebelum Ramadhan - Mei kemarin - kami bertemu “strawberry” hutan di pedalaman Gorontalo. Kami melahapnya meski tak mengenyangkan. Siapa sangka kami akan melahap strawberry sungguhan dua bulan kemudian. Nikmat memetik buah dan menghabiskannya langsung di dekat pohonnya, hanya dimiliki oleh orang-orang yang senang berpetualang.

Gambar 11. ‘Strawberry’ hutan Gorontalo (kiri), strawberry Malino (kanan).

Sore, kami kembali ke Makassar. Tugas di kota ini telah selesai. Mimpi 9 tahun dan perjalanan ke Malino adalah sebuah pelajaran. Selalu ada kebahagiaan di ujung sebuah penantian panjang. Malino adalah sekerat kasih sayang yang dilempar Tuhan ke barat laut Lompobattang. Sejuk dan mendamaikan.


Thank Allah.
Malino, 27 June 2019.
Next
This is the most recent post.
Older Post
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

2 komentar:

  1. info perjalanannya bu, transportasinya, ongkosnya...
    hehehe, bisa pas dikantong bu?

    ReplyDelete
  2. Bisa pke rental. 500k untuk satu hari. 1 mobil bisa untuk 6 orang. Bila berminat sy punya kontak driver yg menguasai medan Malino. Baik orangnya, Insyaallah...

    ReplyDelete

Item Reviewed: Malino, Kesejukan di Barat Laut Lompobattang yang Mendamaikan Rating: 5 Reviewed By: I.N. Manyoe